Kamis, 05 Maret 2009

TELKOM-RADAR PEKALONGAN Go to School















DIDUKUNG DINAS PENDIDIKAN
DAN PGRI KOTA PEKALONGAN


SYARAT DAN KETENTUAN LOMBA:

1. Lomba Menulis Berita untuk SMA Negeri Swasta, SMK Negeri Swasta se Kota Pekalongan

Ketentuan:
-Peserta lomba menulis berita adalah sekolah SMA/MA Negeri Swasta dan SMK Negeri dan Swasta se Kota Pekalongan
-Kriteria penilaian adalah sekolah yang mengirim berita dan foto terbanyak selama kurun waktu lomba
-Waktu lomba berlangsung setelah pelatihan sampai (15 Maret) sampai 2 Mei 2008
-Yang menjadi wartawan tiap sekolah adalah guru atau siswa yang ditunjuk oleh Kepala Sekolah atau pihak yang berwenang di sekolah tersebut
-Pengiriman berita paling lambat setiap hari Sabtu ke lombaberitaradar@gmail.com
-Penayangan lomba berita ini setiap hari Senin mulai dari tanggal 23, 30 Maret dan tanggal 6, 13, 20, 27 April 2009. Bila berita yang diterima melebihi 1 halaman, bisa ditambah tayang pada hari yang lain.
-Pengumuman pemenang lomba pada saat Seminar Pendidikan tanggal 3 Mei 2009



2. Lomba Menulis Karya Ilmiah Populer, guru-guru SMA Negeri Swasta, SMK Negeri Swasta se Kota Pekalongan

Ketentuan:
-Peserta lomba adalah guru-guru SMA/MA Negeri Swasta dan SMK Negeri Swasta se Kota Pekalongan
-Tema penulisan; tulisan membahas tentang pendidikan ditinjau dari berbagai aspeknya baik Metoda Mengajar, Teknologi Pendidikan, Perpustakaan, Manajemen Pendidikan, Pendidikan dan Tantangan Dunia Kerja, Pendidikan dan Perubahan Mindset Siswa, Pendidikan dan Etos Kerja, Pendidian dan Moralitas Bangsa, Quantum Learning, Quantum Teaching, Accelerated Learning, Kecerdasan Spiritual dan Emosi dalam Pendidikan dll.
-Kriteria penilaian: menggunakan bahasa ilmiah populer sesuai ketentuan EYD, pesan yang disampaikan langsung ke sasaran, ditulis dalam format MS Word single space sekitar 2,5 – 3 halaman komputer
-Waktu lomba berlangsung setelah pelatihan sampai (15 Maret) sampai 2 Mei 2008
-Pengiriman tulisan paling lambat setiap hari Sabtu ke lombamenulisaradar@gmail.com
-Penayangan lomba berita ini setiap hari Senin mulai dari tanggal 23, 30 Maret dan tanggal 6, 13, 20, 27 April 2009. atau bisa ditambah halaman apabila pengiriman tulisan melebihi 1 halaman.
-Pengumuman pemenang lomba pada saat Seminar Pendidikan tanggal 3 Mei 2009


3. Lomba Menulis blog, siswa-siswa SMA Negeri Swasta, SMK Negeri Swasta se Kota Pekalongan.

Ketentuan:

-Peserta lomba adalah siswa SMA/MA Negeri Swasta, SMK Negeri Swasta Se Kota Pekalongan
-Portal yang digunakan bisa blogspot, wordpress atau blogsome.
-Kriteria penilaian: lay out menarik, tulisan dan foto pendukung.
-Tema tulisan dalam blog tentang, Pengalaman Mengatur Waktu Belajar, Hobiku yang Positif, Guru Idolaku, Cita-cita dan Keinginan di Masa Depan, Rahasia Belajar untuk Mendapatkan Nilai Bagus, Seandainya Saya Jadi Wartawan dll.
-Waktu lomba berlangsung setelah pelatihan sampai (15 Maret) sampai 2 Mei 2008.
-Tulisan yang baik bisa masuk koran.
-Tulis biodata Nama, tanggal lahir, alamat, No HP/Telepon, Sekolah, dan alamat blog ke lombamenulisradar@gmail.com
-Pengumuman pemenang lomba pada saat Seminar Pendidikan tanggal 3 Mei 2009.


ROAD SHOW PELATIHAN

Roadshow ke Sekolah-sekolah untuk

1. Diklat Jurnalistik
2. Pelatihan Menulis Ilmiah Populer
3. Pelatihan Menulis Blog

Ketentuan:

- Waktu : Seminggu sekali tiap hari Selasa dan Jumat
Tgl 17, 20, 24 27,31 Maret, 3, 7, 9, 14, 17, 21, 24, 28 April, 1 Mei
(14 Sekolah yang dikunjungi diundi saat rapat Kepala Sekolah,
Sekolah yang belum dikunjungi akan dilanjutkan pada bulan Juli)
- Tempat: di Sekolah masing-masing.
- Waktu : Pukul 14.00-16.30
- Jumlah peserta: 50 orang siswa

SEMINAR PENDIDIKAN

Tema : Quantum Genius Learning
Waktu : Minggu , 3 Mei 2009
Tempat : Rusid Setda Pemkot Pekalongan
Pembicara : Drs. Waidi Akbar, MBA Ed Alumni Leicester University England (1996), (Graduate Certificate in NLP di Inspiritive Pty, Sydney Australia 2005), Dosen pasca Sarjana Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.
Peserta : Guru-guru SD, SMP, MTs, SMA, SMK Negeri dan Swasta, Dua orang tiap sekolah
Jumlah : 500 orang
Investasi : Rp 50.000

Quantum Genius Learning
(10 Langkah Jenius Meraih Prestasi Terbaik di Sekolah)

Bila anak anda atau para pelajar ingin berprestasi terbaik di sekolah inilah caranya: 10 Langkah untuk mengukir prestasi terbaik di sekolah.
Langkah #1: Miliki Keyakinan tinggi & pola pikir pemenang
Langkah #2: Miliki goal & tujuan hidup yg spesifik
Langkah #3: Memiliki ‘state of excellent’ dalam belajar
Langkah #4: Memprioritaskan waktu dengan baik
Langkah #5: Menguasai membaca & memahami bacaan dengan cepat
Langkah #6: Menguasai cara meringkas pelajaran dengan mudah
Langkah #7: Memiliki memory super
Langkah #8: Strategi merevisi sesuai cara kerja otak
Langkah #9: Melatih otak dengan aplikasi soal
Langkah #10: Strategi mempersiapkan ujian sekolah/UAN

10 Cara Belajar Jenius ini bukan hanya berbicara tentang satu atau beberapa elemen, tetapi secara detail memberi panduan spesifik langkah demi langkah bagaimana cara mengaplikasikan masing-masing elemen dalam kehidupan para pelajar sehari-hari.

Ini akan bekerja efektif bagi semua tipe pelajar. Bukan hanya ”pelajar cerdas”, tetapi juga pelajar yang lambat, dan dari seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang mereka. (*)

Menulis Seperti Berenang



















Oleh Ade Asep Syarifuddin

SEORANG teman bertanya, bagaimana sih untuk memulai menulis? Rasanya kok sulit ya. Dulu ketika masih jaman mesin ketik, separo rim kertas habis disobek-sobek. Sekarang jaman komputer, tidak menyobek kertas tapi tidak satu file pun yang jadi di-saving. Rasanya tulisan yang kita buat masih sangat terlalu jelek untuk dibaca orang lain.

Kasus yang dialami teman saya pasti terjadi pula pada Anda atau siapapun yang menjadi penulis pemula. Persoalan paling mendasar disebabkan karena ketidakpercayaan kepada diri sendiri bahwa tulisan yang kita buat sudah cukup bagus. Lantaran tidak bagus maka malu kalau orang lain membaca. Daripada malu lebih baik dibatalkan, disobek, tidak disimpan dalam bentuk file. Langkah tersebut secara bawah sadar terasa menyelamatkan harga diri dan wibawa kita sendiri. Tapi proses keterampilan menulis tidak tercapai.

Ini kan aneh, mau belajar menulis tapi takut kalau tulisan kita jelek. Dan lucunya ketika tulisan jelek malu dibaca orang. Apakah kita lupa dulu ketika belajar berjalan sering terjatuh kemudian menangis? Apakah kita malu saat itu. Tidak kan? Buktinya kita bangun lagi dan bangun lagi walaupun dengkul kita berlumuran darah dan tambal-tambalan kapas dan obat merah.


Waktu kita belajar sepeda terus terjatuh, apakah kita juga malu? Ternyata tidak, malahan diulang kembali dan diulangi kembali. Sampai pada suatu ketika setimbangan mulai stabil, jalanlah sepeda roda dua tersebut. Lupa deh kepada dengkul yang luka-luka. Semuanya lunas terbayar ketika kita bisa menaiki sepeda tadi.

Atau masih ingatkah waktu kecil kita belajar berenang? Saya sendiri belajar berenang di sungai. Awalnya hanya nyemplung dan berdiam diri di pinggir sambil melihat teman-teman yang sudah mahir. Lucunya ada juga teman yang umurnya jauh lebih rendah dari saya tapi sudah lancar berenang dan masuk ke dalam air, kemudian menyembul lagi dan masuk lagi. Persis seperti lumba-lumba. Saya sangat kagum pada dia, tapi saya belum bisa menirunya.

Saya pergi ke sungai setiap hari. Hari pertama hanya diam sambil memperhatikan teman-teman, hari kedua bergeser satu meter dari tempat awal, hari ketiga geser 2-3 meter tapi masih di tepi. Hari keempat geser satu meter tanpa berpegangan ke tepi. Hari kelima berpegangan ke tepi sambil menghentak-hentakkan kaki, hari keenam berjalan agak ke tengah dikit kemudian meluncur ke pinggir tapi belum bisa menggerakkan kaki. Sampai suatu saat saya diseret ke tengah oleh teman-teman, kaki dan tangan saya bergerak-gerak dan tenggelam meminum air cukup banyak. Untungnya teman-teman saya menolong walaupun mereka mentertawakan.

Sebulan setelah kejadian yang sangat mengerikan tersebut akhirnya saya tidak ada lagi persoalan dengan berenang. Semuanya lancar-lancar saja dan dari itulah sebenarnya saya baru sadar bahwa kalau ingin berenang jangan terlalu banyak teori dan diskusi tentang berenang, tapi harus langsung menceburkan diri ke dalam air. Demikian halnya dengan menulis, kalau ingin menulis maka angsung saja menulis.

Mulai Menulis
Ketika kita mau mulai menulis, jangan terlalu banyak berpikir apakah tulisan kita baik atau jelek. Bahkan kita harus siap untuk menjadi penulis terjelek sedunia. Mengapa? Ya apapun hasilnya harus diterima dan ingat jangan pernah disobek atau dibuang hasil karya pertama kita, sejelek apapun. Dalam latihan berikutnya, pasti tulisan kita sudah jauh lebih baik dan pada tulisan yang kesekian kalinya bisa dipastikan tulisan kita sudah sangat enak untuk dibaca, minimal untuk diri kita sendiri.

Kemudian jenis tulisan apa yang bisa kita buat, apakah tulisan fiksi atau non-fiksi. Ini pun tidak bisa kita paksakan dan salah satunya tidak lebih baik dari yang lain. Artinya non fiksi tidak lebih baik dari fiksi, sebaliknya fiksi tidak lebih baik dari non fiksi. Semuanya memiliki kelebihan. Tapi yang paling penting, kita menulis dari hati. Artinya, apa yang kita tulis itulah yang benar-benar kita pahami. Jangan sampai juga tulisan-tulisan kita terlalu banyak mengutip tulisan orang lain supaya terkesan ilmiah.

Jenis tulisan memang berbeda-beda. Tapi sebelum melangkah ke arah sana akan lebih baik kalau kita mulai saja menulis, persis seperti kita menulis di diary. Tanpa beban kita coretkan kata demi kata pada diary kita. Kemudian untuk meningkatkan kualitas diri, kita mencoba untuk membaca hasil karya orang lain. Suatu ketika dipastikan kita menemukan pola menulis dengan gaya kita sendiri. Dan perlu diingat bahwa setiap jenis tulisan dan gayanya memiliki pangsa pembaca sendiri-sendiri. Tidak usah khawatir walaupun sudah banyak penulis, jumlah pembaca jauh lebih banyak. Bahkan negara kita masih membutuhkan banyak penulis-penulis agar negara kita ada akselerasi dalam cara berpikir.

Saya sendiri memiliki perjalanan menulis yang sangat variatif. Dulu di awal-awal menulis saya merasa bangga ketika banyak mengutip catatan dari buku. Bahkan menyisipi kata-kata asing yang belum dikenal, padahal saya sendiri tidak paham-paham banget maknanya. Setelah dibaca ulang hasil karya saya tersebut ternyata substansi menulisnya sendiri tidak ada, terlalu banyak istilah asing yang malah mempersulit pemahaman. Padahal salah satu misi tulisan adalah gampang dibaca dan pesan yang disampaikan dipahami.

Sekarang saya malahan lebih suka menulis dengan gaya tutur. Ada cerita pengalaman sendiri, ditambah pengalaman orang dan sedikit teori. Tulisan yang menginspirasi dan menggerakkan pembacanya agar menjadi lebih baik jauh lebih penting darpada sekadar menulis dengan istilah yang keren-keren. Tulisan lebih hidup dan pembaca sendiri tidak perlu mengernyitkan dahi ketika membacanya. Ingat, kalau Anda penulis pemula dan mau mulai menulis, langsung saja menulis apapun hasilnya, persis seperti kita ingin berenang, langsung saja menceburkan diri ke air. Sukses selalu. (*)

*) Penulis Pemimpin Redaksi Harian Radar Pekalongan bisa dihubungi di asepradar@gmail.com atau di http://langitbirupekalongan.blogspot.com.